Tanggapan Menteri Sofyan Soal Lahan Sukanto Tanoto di Ibu Kota Baru

Merdeka.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menanggapi isu lokasi ibu kota baru yang disebut sebagian besar menempati lahan milik seorang miliuner pendiri kelompok perusahaan manufaktur Royal Golden Eagle (RGE), Sukanto Tanoto. Menurutnya, tidak penting bagi negara terkait kepemilikan tanah tersebut.

“Punya siapa tidak penting, pokoknya siapa pun, menurut ketentuan yang ada, pemerintah dalam hal ini menteri kehutanan bisa menata batas kembali. Kalau tadi ini di sini, kemudian dipotong, itu boleh. Tadi rapat kami di Bappenas begitu,” ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (19/8).

Sofyan mengatakan, kawasan ibu kota saat ini merupakan lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kepemilikannya bisa diambil oleh pemerintah. Untuk itu, pemerintah melalui Kementerian Kehutanan bisa mengoreksi konsesi.

“Itu kan statusnya hutan tanah industri. Itu yang tahu menteri kehutanan, saya tidak bisa ngomong. Coba tanya menteri kehutanan,” jelasnya.

“Pokoknya menurut ketentuan yang ada, Menteri Kehutanan bisa mengoreksi konsesi, yang penting adalah tanah untuk keperluan ibu kota itu masuk HTI, itu akan dikurangin dan akan dilepaskan dari HTI,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Mohamad Suleman Hidayat menyampaikan, lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur akan menempati lahan yang sebagian besar menjadi milik Sukanto Tanoto. Lahan tersebut merupakan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang kepemilikannya bisa diambil oleh pemerintah.

“Saya baru dikasih tahu resmi bahwa tanah itu sebagian besar tanah HTI miliknya Sukanto Tanoto, HTI yang setiap saat bisa diambil oleh pemerintah,” katanya di Jakarta, Rabu (18/9).

Dengan begitu, Sukanto bisa memberikan tanah miliknya setiap saat dibutuhkan pemerintah. Namun begitu, dia mengimbau kepada pemerintah untuk bisa segera mengunci harga tanah di kawasan tersebut. Sebab, lahan itu rawan diambil-alih oleh pihak spekulan tanah. [azz]

source:
https://www.merdeka.com/uang/tanggapan-menteri-sofyan-soal-lahan-sukanto-tanoto-di-ibu-kota-baru.html